Browse Category

Indonesian Network

E-Gov Indonesia

Membuat sistem E-Gov dalam 2 minggu, mungkinkah?

E-Gov Indonesia

Dalam debat capres dan cawapres yang ke-1 di pemilu presiden 2014 malam tadi, ada salah satu kandidat capres yang mengatakan dapat membuat sistem E-Gov dalam waktu 2 minggu. Pernyataan yang luar biasa tersebut mengingatkan saya pada kabupaten tempat saya berasal yang sejak tahun 2006 seringkali mendapat penghargaan di bidang E-Gov seperti penghargaan E-Gov Warta Ekonomi tahun 2006Best of The Best Warta Ekonomi Award Tahun 2007 sebagai Lembaga Pengaplikasi E-Gov, dan Best Of The Best E-Government Award Se-Indonesia Tahun 2008. Kabupaten Sragen tercinta juga dikenal sebagai Inovator Pelayanan 1 Atap / 1 Pintu Terbaik di Indonesia. Hal-hal tersebut dapat terwujud tentunya berkat kerja keras dan perjuangan yang tidak sebentar dan tidak mudah oleh tim PDE IT Sragen yang alhamdulilah saya dapat mengenal dan belajar dari beliau-beliau.

Berbicara pengembangan E-Gov, tentunya kurang elok jika apa yang sudah kabupaten Sragen kembangkan saya referensikan untuk pengembangan E-Gov Indonesia, karena skala dan tingkat kompleksitasnya sangat jauh berbeda. Pengembangan E-Gov untuk Republik Indonesia tentunya tidak boleh asal dan sembarangan atau berpikir E-Gov itu hanya soal website & kontennya saja (mengutip kicauan kang @habibiyusuf). Mungkin negara tempat saya nguli saat ini dapat dijadikan referensi, karena menurut UN Global e-Government Survey, Korea Selatan sejak tahun 2010 menjadi negara peringkat ke-1 dalam e-Government Development Index dan e-Participation Index. Beruntungnya negara ini mempublikasikan E-Gov Best Practices yang dapat akses secara global dan diunduh, beberapa komponennya adalah sebagai berikut:

Menjadi kesadaran kita semua bahwa sistem E-Gov seperti contoh best practices yang tersebut di atas dapat meningkatkan pelayanan publik dan transparansi pengelolaan pemerintahan. Tentunya kita harus berpikir positif mengenai apa yang diungkapkan oleh salah satu kandidat capres pemilu presiden 2014 mengenai E-Gov. Semoga beliau tidak salah kaprah mengenai E-Gov sehingga dapat berkata itu dapat dikembangkan dalam waktu 2 minggu, optimis atau menggampangkan?. Menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi hal yang mungkin dibuat. Menjadi tantangan untuk yang mengaku jago IT di bidang E-Gov untuk membuktikan hal tersebut benar adanya atau hanya jadi pemanis kampanye belaka.

Sebagai bahan bacaan lebih jauh beberapa hal berikut ini mungkin dapat menjadi referensi