Browse Category

Indonesian Network

iot-devices

Pengembangan dan Implementasi Internet of Things di Indonesia, Sebuah Opini

iot-devicesAssalamualaikum rekan-rekan penggiat Internet of Things (IoT) di Indonesia, kemarin saya diminta untuk memberikan opini mengenai pengembangan dan implementasi di Indonesia , mohon maaf dan mohon koreksinya ya jika ada yang salah dan kurang. Berikut ini adalah cuplikan isi pertanyaan dan jawaban mengenai hal ini

Pertanyaan pertama mengenai kondisi geografi: Apakah geografi di Indonesia menjadi hambatan untuk pengembangan IoT, terutama oleh pemerintah?

Saya jawab: Kondisi geografi Indonesia tidak menjadi hambatan sama sekali, tantangan utama pengembangan IoT di negara kita adalah infrastruktur jaringannya yang belum mendukung sepenuhnya end to end dan transparant communication, padahal ini adalah kebutuhan dasar agar IoT dapat digelar. Tantangan berikutnya adalah implementasi IPv6 sebagai metode pengalamatan utama pada jaringan IoT. Hal ini sudah disadari oleh negara-negara di seluruh dunia, di eropa misalnya hal ini sudah dikembangkan sejak tahun 2011 melalui IoT6 consortium beriringan dgn OpenIoT project yang melibatkan berbagai pihak. Untuk menjawab tantangan infrastruktur IoT di Indonesia perlu peran pemerintah untuk sedikit “memaksa” penyedia dan operator jaringan tentunya melalui regulasi, dorongan dan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di Indonesia. Perlu jadi perhatian khusus juga mengenai media komunikasi IoT, kedepannya IoT itu sangat berkaitan dengan komunikasi melalui media nirkabel baik Wi-Fi, WiMAx ataupun yang berdaya rendah seperti Bluetooth dan ZigBee, perlu regulasi alokasi kanal frekuensi untuk masing-masing media komunikasi ini karena adanya kemungkinan interferensi.

Pertanyaan berikutnya: Untuk Indonesia, segmen apa yang paling “mudah” dibangun IoTÂ space-nya? Perizinan, kesehatan, manufaktur atau yg lain?

Saya jawab yang paling mudah adalah yang “paling sedikit melibatkan manusia”, industri M2M paling memungkinkan, setau saya Telkomsel pada tahun 2013 sudah mencoba implementasi IoT di sektor M2M ini bekerjasama dengan salah satu vendor IoT cloud membangun IoT platform untuk mengumpulkan, mengelola dan mengelola data dari mesin edc melalui IoT cloud, namun saya kurang begitu tahu perkembangannya hingga hari ini.

Pertanyaan berikutnya: Mas Ardiansyah melihat Indonesia IPv6 bentukan Ditjen Postel (Kominfo) cukup efektif tidak?

Menurut saya Indonesia IPv6 dalam hal ini IPv6 Task Force Indonesia sudah cukup baik. 3 dari 5 tahap IPv6 assesment sudah dijalankan, hal ini terbukti dengan sudah cukup banyaknya ISP, NAP, dan organisasi di Indonesia yang jaringan backbonenya sudah siap dengan IPv6. Saya pernah adakan analisa sederhana mengenai  implementasi IPv6 di Indonesia (Mei 2014) dan coba tulis info tersebut di internetofthings.or.id, semoga bermanfaat. Tantangan mengenai implementasi IPv6 di Indonesia saat ini adalah ada pada tahap “inter isp IPv6 connectivity” dan cara meningkatkan jumlah end-user.

Demikian opini singkat saya mengenai pengembangan dan implementasi IoTÂ di Indonesia, mohon dikoreksinya ya, dan mari kita persiapkan satu persatu komponennya. Belajar bareng-bareng mengenai komponen utama penyusun IoTÂ seperti sensor dan aktuator, komunikasi nirkabel berdaya rendah, ipv6, dan komputasi awan. Persiapkan diri juga untuk menyambut beberapa konsekuensi logis dari implementasi IoT yakni Personal Big Data, Intelligent System, Smart Sensing, dan Cyberspace Security. Sebagai awalan dapat dibaca di “Internet of Things itu Seperti Apa dan Bagaimana?”